Awali Musim Tanam Padi, Pemerintah Desa Santing dan Petani Lakukan Gropyokan Hama Tikus

AMTV.com — Indramayu — Para petani di Kabupaten Indramayu mulai memasuki musim tanam rendeng (penghujan) 2026/2027. Mereka pun mengawali musim tanam dengan melaksanakan kegiatan gropyokan tikus.
Hal itu seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Santing bersama para petani melaksanakan kegiatan gropyokan tikus dengan memanfaatkan metode tradisional secara bergotong-royong di areal persawahan Desa Santing, Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu, Kamis (22/1/2026) pagi.
Dalam kegiatan gropyokan tikus ini, digunakan alat tradisional seperti pengasapan, atau pemberian racun tikus dan penggalian lubang, yang dibantu Oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Losarang dan dipimpin langsung Kuwu Desa Santing Hj. Sairoh, kegiatan itu juga melibatkan ketua KTNA Kecamatan Losarang, petugas POPT, Kelompok tani dan para petani setempat.
Dikatakan Kuwu Desa Santing, Hj. Sairoh kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi populasi tikus yang merusak hasil pertanian.
“Kami melaksanakan gropyokan tikus sebagai upaya pengendalian yang aman dan efektif. Metode ini telah digunakan secara turun temurun oleh masyarakat lokal,” ucapnya.
Pihaknya, juga menyampaikan bahwa kegiatan gropyokan tikus ini selain untuk membasmi hama, juga sebagai sosialisasi kepada petani untuk melakukan pemberantasan hama dengan cara manual atau tidak menggunakan jebakan listrik yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka sendiri.
“Kita dukung cara pembasmian hama secara alamiah menggunakan metode tradisional yang aman seperti gropyokan tikus, karena kita ketahui bersama sudah banyak sekali korban yang meninggal karena jebakan tikus menggunakan listrik,” ujarnya.
Senada disampaikan Kuwu Desa Santing, salah satu petani Karsa Winata, mengungkapkan, semua kompak turun ke sawah dan memburu tikus hingga ke lubang-lubang yang ditengarai menjadi tempat bersembunyinya hewan pengerat tersebut.
“Kegiatan gropyokan tikus dilakukan untuk mengendalikan tikus sekaligus menyukseskan program percepatan musim tanam rendeng,” tutupnya.
Diharapkan dengan gencarnya pelaksanaan gropyokan ini dapat meningkatkan produksi padi yang baik di Kabupaten Indramayu sehingga mendukung swasembada pangan serta terwujudnya Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).



