Gawat, Harga 1 Set Foto Presiden dan Wakil Presiden Ditetapkan Ke- Sekolah SDN dan SMPN Di Madina Rp 600 Ribu,Kepsek Menjerit

AMTV, MADINA – Lagi- lagi Poto presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Raka Buming beredar ke- sekolah sekolah SD Negeri dan SMP Negeri di Kabupaten Mandailing Natal, dengan upaya untuk mencari keuntungan pribadi dengan harga yang ditetapkan distributor( Rekanan) sebesar Rp 600.000( enam ratus ribu rupiah) satu set setiap sekolah SDN dan SMPN di Kabupaten Mandailing Natal (Madina)
Penjualan foto Presiden dan wakil presiden tersebut diduga ajang bisnis dan terkesan dipaksakan terhadap seluruh kepsek dan wajib membeli kepada distributor( rekanan)
Hal itu terbukti dengan ditemukannya foto presiden dan wakil presiden terpilih yang sudah dimasukan ke korwil pendidikan di kecamatan untuk dibagikan ke sekolah-sekolah SDN dan SMPN Negeri Se – Mandailing Natal, diduga di kordinir oleh orang ke tiga untuk mempertebal pundi pundi kantong pribadi sendiri.
Dari informasi dengan beredarnya Poto tersebut kesekolah SDN dan SMPN tim gabungan wartawan langsung menelusuri dan melakukan investigasi kepada beberapa kepala sekolah di kecamatan terkait bisnis ini” kamis 13/3/2025.
“Setelah menemui kepala sekolah di salah satu di kecamatan, beliau mengatakan Poto tersebut benar sudah kami terima dan harganya per set sebesar Rp.600.000( enam ratus ribu rupiah) dan pembayarannya bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025,ucap kepala sekolah itu,kamis 13/3/2025.
Lebih jauh oknum Kepala Sekolah membeberkan dengan nada kesal,harga yang sudah ditentukan tersebut menurutnya cukup MENCEKIK LEHER ,padahal kami tau berapa pasaran harga Poto itu yang sebenarnya dan saya sudah membelinya ditempat lainu dengan harga Rp 200.000( dua ratus ribu rupiah) satu set.
Selain itu,ketika ditanya siapa yang memasarkan foto tersebut,oknum kepala sekolah menyebutkan kami hanya menerima perintah dan instruksi dari korwil pendidikan di kecamatan.
Lebih detail,Ia memaparkan ini tidak ETIS dan sungguh MIRIS bang”dan terpaksa saya harus wajib membayar P sebesar Rp 1.200.000( satu juta dua ratus ribu rupiah )dengan alasan karena di sekolah saya jumlah siswa saya banyak” bebernya
Menurutnya penjualan Poto presiden dan wakil presiden, yang dilakukan oleh pihak rekanan, saya cermati bukan lagi turut membantu, memajukan dunia pendidikan di Mandailing Natal,malah sebaliknya ajang bisnis untuk kepentingan pribadi.
Terus terang bang sambungnya,kalau memang Poto presiden dan wakil presiden ini dijual kepada kami ke- sekolah- sekolah, seharusnya ada surat edaran dari Bupati Mandailing Natal HM.Ja’far Sukhairi Nasution ataupun Kepala Dinas pendidikan Rahmat Hidayat Dalimunthe Spd yang ditujukan kepada Korwil pendidikan di kecamatan.
Tapi sayang seribu sayang surat edaran ini sama sekali jauh PANGGANG Dari API ( sama sekali tidak ada)
Apalagi rapat di korwil pendidikan kecamatan, dalam hal ini kami yang menanggung dan mencerit dan seolah olah kami dijadikan sapi perahan “timpalnya.
“Sementara ketika di konfirmas( wawancarai)Korwil pendidikan di kecamatan,senin10/3/2025,oleh awak media ini,terkait bisnis Poto presiden dan wakil presiden awalnya enggan memberikan keterangan adanya,namun akhirnya dengan Nawaitu, Korwil pendidikan kecamatan mengatakan bisnis ini di duga di Motori melalui Distributor oleh oknum berinisial IW dari kabupaten Mandailing Natal.
Ia juga mengatakan dan mengakui,Poto Presiden dan Wakil Presiden tersebut dititipkan oleh rekanan di kantor Korwil untuk dibagikan ke- sekolah- sekolah SDN dan SMPN dengan harga satu set RP 600.000( enam ratus ribu rupiah)
Hal yang sama Kadis pendidikan Kabupaten Mandailing Natal( Madina)Rahmat Hidayat Dalimunthe Spd, ketika di konfirmasi langsung oleh awak media ini,Rabu 26/2/2025 kemarin Via WassAff mengatakan, Poto presiden dan wakil presiden ini di koordinir oleh E dari Medan yang BERCUKABU bersama rekan kerjanya berinisial IW yang berdomisili di Mandailing Natal.
Rahmat juga menyampaikan pada saat itu,terkait penjualan Poto itu saya tidak ikut – ikutan Bang ,dan itu tidak ada perintah dari saya” ujarnya.
Sawaluddin Pulungan,yang merupakan salah satu Tokoh pendiri Pemekaran Kabupaten Mandailing Natal(Madina) sekaligus Ketua DPC Partai buruh Nasional Mandailing Natal, dalam hal ini mengatakan penjualan Poto presiden dan wakil presiden ke sekolah – sekolah SDN dan SMPN di Mandailing Natal dengan harga yang mencekik leher ini tidak wajar lagi dan sudah dikategorikan adanya dugaan ajang bisnis yang di lakukan oleh pihak ketiga( rekanan) terhadap kepala sekolah.
Dan kalau memang benar adanya bisnis Poto ini ,saya sangat mengecam keras perbuatan ini, berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar memanggil dan memeriksa oknum Distributor tersebut beserta oknum Kroconya yang turut terlibat dalamnya.
“Karena itu kedepan, beliau berharap kepada Bupati terpilih Mandailing Natal 2025 – 2030 H.Saipullah Nasution yang segera dilantik dalam kepemimpinannya nanti, oknum – oknum seperti ini ( rekanan) jangan ada lagi yang bermain dan berikan kesempatan masing – masing kepada kepala sekolah SDN dan SMPN di seluruh Mandailing Natal untuk menanganinya biar semuanya kondusif dan berjalan Lanjar dan mereka kepala sekolah nyaman menggunakan Dana BOS” pungkasnya.
Ismed Harahap



