Topik Terkini

Diduga Dampak dari Penyempitan Kali Ciangsana Oleh PT. Summarecon, Puluhan Rumah Warga Terendam Banjir

AMTV, (Sukaraja)- Diduga Dampak dari Penyempitan kali Ciangsana oleh PT. Summarecon Perumahan, lebih dari 15 rumah serta sekitar 100 jiwa RT. 04/ RW. 05 Desa Cibanon kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor terendam banjir mencapai ketinggian 1 Meter.

Guna meminta pertanggung jawaban PT. Summarecon, ratus warga di lingkungan tersebut
menggelar Orasi, alias Demontrasi, meminta ganti rugi atas musibah banjir yang dialami warga.

Menurut Sekdes Cibanon, Nurdin, mewakili Kades, H. Ujang mengatakan, sejak mulai di bangunnya Perumah Summarecon tahun 2020 lalu, sebagian sudah memiliki AMDAL dan telah menggunakan sebagian kecil tenaga kerja warga Desa Cibanon, ujarnya.
Menanggapi orasi sekitar 100 warga, menuntut ganti rugi akibat musibah banjir tersebut, kami sudah mengupayakan Mediasi dengan pihak PT. Summarecon, namun pihak Perumah tersebut sudah menyampaikan ke Managemen pusat dan sampai berita ini di tayangkan belum ada titik temu penyelesaian dengan Warga yang terkena musibah banjir itu, ucap Sekdes Nurdin ketika di konfirmasi di ruang kerjanya hari ini (Rabu, 22/11- 2023 red).

Sedangkan menurut riwayatnya, sebelum di bangunnya Perumah Summarecon hingga tahun 2019, lebar kali Cibanon dan Kali Cientang lebarnya 6 Meter dan kedalamnya 5 Meter.

Nah!, Setelah di bangunnya Perumahan tersebut mulai tahun 2020 sampai saat ini tahun 2023, kondisinya permukaan kali mulai menyempit secara dramatis menjadi lebar 1, 30 Meter dan kedalaman menyusut sampai dengan 1 meter sampai dengan 2 Meter, ucap Ketua RT. 04/ 06, Rahmat Hidayat usai gelar orasi itu (22/11- 2023) Rabu hari ini.

Rahmat menambahkan, akibat musibah banjir yang merendam rumah warga debit air mencapai ketinggi lebih kurang 1 Meter itu, ratusan juta rupiah kerugian yang di alami Warga kami.

Akibat terendam air itu, sejumlah perabot rumah tangga rusak, antara lain: kulkas, TV, Meja Kursi tamu, kasur, lemari pakai, sepatu, seragam anak sekolah, bahkan motorpun menjadi rusak parah.

Selain itu, sejumlah warga harus di rawat di Rumah Sakit akibat dari terjangkit demam berdarah (DBD) serta bakteri, sehingga badan gatal gatal dampak dari musibah banjir itu.
Dikatakannya, musibah banjir seperti ini, sudah terjadi 3 kali dalam minggu- Minggu ini, ucapnya Suryana, salah seorang korban banjir, kepada para Tim Awak Media yang memantau pasca musibah banjir itu.

Sejumlah warga meminta supaya pihak PT. Summarecon, meminimalisir dasar kali itu dan di kembalikan seperti sediakala.
PT. Summareconpun merespons permintaan warga dalam hasil mediasi yang telah di sepakati oleh kedua belah pihak.
Warga mengharapkan musibah banjir di lingkungan warga seperti ini, segera dapat di atasi, sehingga tidak terus terjadi. Apalagi saat ini musim penghujan berkepanjangan warga senantiasa di menghantui dan rasa was – was dengan terjadinya kembali musibah banjir di lingkungannya.
Salah seorang Korban
yang terdampak langsung rumahnya terendam air setinggi 1 meter, Suryadi (43 tahun), sembari mengeluarkan air mata mengatakan, selain tidak bisa bekerja karena Motornya rusak kerena terendam air, prabotan rumah tangga rusak dan pakai, serta pakai anak sekolahpun basah, “kami sekeluarga sangat penderita akibat banjir dari kali Cibanon dan Kali Cianten yang mengeliling Perkampungan warga dan Perumahan Summarecon”.

Di tempat terpisah, Managemen PT. Summarecon ketika akan di konfirmasi, sangat sulit untuk di hubungi, bahkan para Awak Media yang akan melakukan investigasi terkesan di halang- halangi oleh sejumlah Scurity perumahan tersebut. (Muz/ Team)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Back to top button